SAYA KAPOK

Ketika memasuki pesawat Adam Air menuju Semarang, semua orang tersenyum simpul melihat kaos yang saya pakai ini. Termasuk ketua DPR - your excellency mr. Agung Laksono, welcome aboard, demikian si pramugari menyuarakan di intercom - yang duduk di barisan depan. Kaos “ Saya kapok melancong ke Malaysia “ dibeli di sini , dan bisa menjadi counterpart kampanye Visit Malaysia Year 2007, daripada resiko di jaring dan digebukin pasukan Rela Malaysia. Kapok, demikian diartikan suatu penyesalan yang teramat dalam, takut untuk mengulangi dan ada unsur traumatisnya. Persis waktu kecil di jewer simbah putri, karena nyemplung di bak mandi ndaleman cemoro jajar. Tentu saja tangisan saya adu kencang dengan kegeraman simbah, “ ben kapok kowe “. Sambil ngenyot air mineral yang adem, satu satunya hidangan khas Adam Air, saya berpikir lelucon memble – Saya Kapok - bisa juga dibuat kaos untuk berbagai issue di seputaran hidup kita. Saya Kapok Jatuh Cinta Lagi, Saya Kapok Makan Rezeki Anak Yatim. Saya Kapok Ngisap Shabu Shabu. Apakah ada yang anda pikirkan sama dengan saya sekarang ?







