LAGI LAGI SIDE JOB

Lengkap sudah penderitaan saya, berbekal Tolak Angin Flu, Actived dan Nelco obat batuk hitam yang menemani hari hari di ruangan editing. Sungguh sengsara kala diserang flu sekaligus harus mempresentasikan hasil pekerjaan. Bukan karena suara saya menjadi bindeng, tetapi karena klien menjadi takut takut ketularan virus ini, sehingga kelihatan tidak nyaman. Ini merupakan akumulasi pekerjaan yang semakin padat akhir akhir ini, terutama setelah saya menerima pekerjaan side job yang tambah lama justru tambah mengambil waktu. Sudah beberapa lama saya menjadi creative director untuk beberapa produk yang akan beriklan di TV. Umumnya seorang sutradara film iklan menjadi eksekutor dari sebuah konsep iklan yang dirancang oleh biro iklan atau creative director. Sekarang saya diberi tugas oleh klien untuk membuat sebuah konsep iklan dan sekaligus mengeksekusinya sekaligus. Mulai dari produk perbankan, minuman, sabun sampai sekarang minyak goreng. Jadilah saya harus menyikapi lebih luas lagi, tidak hanya menjadi bagian dari rumah produksi tetapi juga bagian dari sebuah biro iklan yang harus memahami rangkaian promosi sebuah produk, mulai dari konsep, FGD ( Focus Group Discussion ) sampai eksekusi. Ujung ujungnya saya menjadi kurang istirahat dan akhirnya harus ambruk. Walhasil saya harus mereposisikan definisi side job sebagai creative director.
Terus terang pilihan mengambil side job ini bukan menjadi pilihan ideal ditengah pekerjaan utama sebagai sutradara iklan. Pertama karena memang pekerjaan kreatif ini benar menyita waktu saya, kedua sebenarnya saya juga tidak merasa kurang pemasukan sehingga harus mencari side job. Walau ide sebuah job sampingan memang karena awalnya kita membutuhkan pemasukan tambahan,selain memenuhi tantangan dari klien klien untuk membuat sebuah konsep kreatif sebuah produk. Yang jelas saya salah, karena pekerjaan ini tidak bisa dikategorikan sebagai side job. Karena lama kelamaan malah menyita pekerjaan utama saya. Untuk menentukan jenis job sampingan yang paling cocok bagi kita, sesuatu bidang yang tidak terlalu jauh dengan bidang pekerjaan utama kita atau bahkan hobbi yang kita suka. Bagi seorang sutradara, menjadi creative director juga tidak jauh jauh amat, modalnya juga kreativitas. Karena saya juga suka photography, tentu saja menerima job sampingan memotret lebih menyenangkan daripada misalnya menjadi seorang penjual multi level pemasaran. 
Paling enak sebenarnya mendapatkan side job yang tidak terlalu menyita waktu tetapi memberi pemasukan yang lumayan. Kalau sudah begini saya menjadi iri dengan artis teman saya, CW yang bisa mematok harga 20 juta hanya untuk menemani makan malam dengan seorang pelaku bisnis bersama seorang Menteri kabinet. Tentu saja saya tidak membayangkan lebih jauh, sampai sejauh mana side jobnya ? Tapi setidaknya ini gambaran sisi manusia yang tidak pernah puas. Saya, sang artis ataupun pegawai yang menjadi tukang ojek paruh waktupun mempunyai tujuan yang sama pada akhirnya, yakni mencari tambahan penghasilan, apapun caranya itu. Halal atau nyerempet haram. Urusan side job tidak sesimple jika memang kita tidak memiliki passion terhadap jenis pekerjaan ini. Perlahan lahan saya sudah kehilangan passion terhadap side job ini. Ternyata ada hal yang lebih penting lagi, yakni waktu beristirahat, kesempatan bersama keluarga, atau mengerjakan hal hal yang bersifat rekreasional. Uang memang bukan segala galanya, mestinya saya sudah cukup puas dengan pencapaian saya selama ini. Semoga saja.



























