Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Thursday, November 22, 2007

VIVINK



Vivink . Begitu namanya. Saya juga tidak mengetahui namanya lengkapnya, kecuali Pinkina nama yahoo messenger IDnya. Saya belum pernah bertemu, dan ia biasa mengunjungi blog saya sekaligus berbincang bincang di cetingan. boso jowo terus. Kalau melihat profilenya - ibu muda berkerudung asli Bojonegero - yang baru menikah ini sepertinya manis dan ayu.
“ Mas, sampeyan kenal Hanung Bramantyo ? “
“ Mas, kalau kerja piye…? “
“ Lho orang film kok sepertinya foya foya terus "
" Orang film suka kawin cerai to mas "
Saya buru buru meralatnya.
" Iya tapi lebih banyak ulama yang poligami daripada orang film "
Banyak sekali pertanyaannya. Curious dan polos. Saya jelaskan kalau tidak semua orang film bejat, ada yang alim juga. Ada juga yang berasal dari keluarga soleh.
“ Ponakan Gus Dur, anaknya Gus Solahuddin Wahid juga sutradara film , sembahyang jengking terus, walau banyak Tank top dan G string berseliweran “. Demikian saya menambahkan.
“ Trus kalau sampeyan yang mana ? “
Ciloko. Ini YM atau interogasi polisi.
“ Wah, ben Gusti Allah yang menilai saja deh..” demikian saya ngelesnya.

Vivink memang selalu rajin menyapa saya di dunia maya. Baginya, komunitas film adalah sebuah jurang yang sangat jauh untuk dibayangkan. Sekaligus bertanya mengenai sebuah pemahaman tentang dunia yang sulit di mengerti. Sebuah dunia Film. Ini memang tidak mudah merubah stereotype komunitas yang biasa dilihat di Infotainment, majalah dan tabloid gossip. Tapi Vivink selalu meminta jawaban. Ia bisa ngambek kalau saya lama menjawabnya di YM.
“ Mas main ke BHI dong “
“ Mas no Hp mu piro ? “
Sampai sore kemarin saya menerima sms dari Vivink, meminta saya datang ke Bunderan Hotel Indonesia, tempat dia akan berkumpul dengan teman temannya. Komunitas BHI yang legendaris. Tentu saja saya janjikan setelah acara bersama Ida Arimurti di Delta FM selesai. Tetapi bukan Vivink kalau tidak posesive. Sehingga saya harus mematikan hp saya, takut frekwensi sms bisa mengganggu acara siaran.
“ Vink..Aku mau siaran dulu “.


Akhirnya saya bertemu Vivink, di depan teras fountain air mancur Grand Hyatt Hotel, di pinggir jalan protokol. Sebuah tempat yang begitu familiar hampir sepuluh tahun yang lalu. Pada masa periode Mei – November 1998, ketika tempat ini bersama gerbang lobby hotel Mandarin, Indonesia dan Grand Hyatt menjadi titik titik pangkalan tukang ojek . Menjadi armada transportasi bagi jurnalis, kameramen dari seluruh penjuru dunia yang melaporkan kerusuhan dan pergolakan dasyat di negeri ini. Karena transportasi lumpuh, maka ojek digunakan untuk menembus gang gang pojokan kota menuju daerah konflik. Saya teringat begadang bersama rekan jurnalis dan kameramen TV dari Inggris, di tempat ini. Dan sekarang ditempat yang sama, saya duduk bersalaman dengan gadis mungil yang bola matanya melompat lompat meminta jawaban. Tentu saja, saya berterima kasih dengan Vivink, kalau bukan karena dia, tentu saya tidak sempat berkenalan dengan teman teman baru Hadik , Endik , Bambang , Mita , Pitoh disamping Iqbal dan Ipul yang sudah saya kenal lebih dahulu. Pertemuan ini memang menyegarkan, dan saya menikmati teh manis, dan sate kikil pinggiran jalan. Melihat perjuangan sisi lain manusia manusia yang membangun kesempatan di kota besar ini. Dan saya percaya bahwa kita bisa eksis dan bernafas karena perjuangan hidup ini. Sesulit apapun. Juga jauh lebih penting, bahwa orang orang seperti Vivink bisa melihat bahwa manusia film seperti saya adalah biasa biasa saja, sama seperti manusia manusia yang dilihat di setiap tikungan kehidupannya. Tak perlu menduga duga mengenai akhlak ataupun sisi kehidupan yang berbeda.

Sayang sekali Vivink harus pulang lebih cepat. Padahal saya tahu ia masih ingin menikmati di sini, sebagaimana saya ingin dia lebih lama di sini. Tapi sebagai istri yang sakinah, ia memang tak bisa membiarkan suaminya menunggu di rumah. Ia juga tak sempat bertemu dengan buanadara – selebriti blogger baru – yang tiba tiba muncul menyusul kopdar ini. Namun Vivink, tetaplah Vivink. Sebelum pulang ia masih saja posessive.
“ Anakmu piro mas “
“ Mas, lahir tahun berapa “
“ Mas, lho itu HP mu yang lain ya,..piro nomere mas “
I love u Vivink.

49 comments:

Anang said...

wohohoho... vivink idola baru

Totok Sugianto said...

oalah vink.. kok yo etes tenan yo sampeyan.. mungkin dia pengagum sampeyan mas Iman hihihi... :D

dian said...

hehehhe pintar aja mas iman ngejawabnya. biar gusti allah yg menilai kekekkekek

Aris said...

Mas Iman, ngambil fotonya Vivink udah ijin ybs belum? :)

de said...

wah vivink ki pingin dijak maen pilm mas, iyo toh vink?

Hedi said...

kalo vivink maen pelem, pantesnya pelem apa mas?

endang said...

ow..ow..kamu ketauan..mas Iman tukang ngeles...hahahhaha

pitik said...

salah satu yang saya suka berteman sama vivink alias bu istikharoh (nama aslinya istikharoh) adalah keluguan dan kepolosannya...i love you too vivivnk..hehehe..btw, senang sekali sudah bisa berkenalan dengan sampeyan mas, eh..eh..sik..tapi pas sarah datang saya udah pulang..hiks..

matahati said...

Sampeyan juga sama mahal nya dengan "ipang wahid" mas?

NN said...

Hayooo, masing inget ma yang di rumah kan ;). i love you "JAKARTA".

hanny said...

very sweet :)

Toga said...

Ini bahayanya--atau justru asyiknya?--'berhubungan' dengan orang pilem. Dalam hitungan menit, jadi deh sebuah 'screenplay' tentang kita.

Dan the best part of it, sepertinya tak ada celah untuk cemburu bagi siapapun, melahap naskah yang entah kenapa, terasa seperti a true moment of romance ini.

Tapi Vivink... mengapa mengingatkanku pada sebuah PH, ah sudahlah...

Bangsari said...

Hidup Piping! but, i love sarah. hehehe

Rystiono said...

Walah...mbak Viving masuk blognya pak Iman...

Aslinya Padangan...daerah yang bener2 padang karena hutannya udah ilang...

Kasihan hutannya... (loh?)

annots said...

“ Wah, ben Gusti Allah yang menilai saja deh..” demikian saya ngelesnya.

pak Iman, sepertinya sudah di nilai Gusti Allah di akhir tulisan dengan petunjuk "I love u Vivink." *lariii...*

Iman Brotoseno said...

Ipul : wah balibul baru minta YMnya buanadara, piye..?

Toga :Itu Vivid he he..bukan Vivink

Omit-hoOd said...

mas imam mo bikin filem
seputaran Bhi yha...

pemeran utamanya
ibu is alias VIVINg...

asyikk... ditungguh..
*winK

Pinkina said...

sumpah aku uuuiiisssiiinnn.....
i luv u tooooo mas :D


@de
ojok mbukak rahasia toh mbok De, nek aku sido dijak maen pelem engko sampeyan tak ajak dadi figuran wes, gelem pora ?

mei said...

i lop you to mas iman..haha

mikow said...

Hushsuhsuhs pingki jdi seleb nih... prikitiw... piwittt... *kabur.. sebelom diantem sendal pedot* :D

kw said...

waaaa siap2 jadi selb pink

edo said...

pengen kenal vivink..
pengen belajar gmana caranya bisa begitu terbuka dan tenang bersms dan chat sama mas imam..
pengen belajar biar suatu saat saya juga bisa ketemu sama sampeyan..
sayang saya laki2. kira2 kl saya menggunakan cara yang sama, mas imam berkenankah kopi darat dengan saya?
*tersipu malu. dari fans yagn rutin baca blog mas imam juga :)

Nico Wijaya said...

wakakak..saya juga ngerasa agak posessive pas cheting. maap mas iman :D

edratna said...

Wahh ternyata mas Imam rajin OL ya....tapi anggapan orang awam terhadap orang2 yang berkecimpung didunia film seperti itu kok.

-tikabanget- said...

**nunggu postingan berjudul tikabanget**

hhihihi...
owalah..
mas iman tu 40an tho..
hihihi..
**abis baca blog vivink**

elly.s said...

yeah baby...vivink dah jadi seleb...
vink...jgn lupa ajak aq ya kalo mas iman buat film lantas kamu jd bintangnya...

Kang Kombor said...

Wah... hebat, Mas Iman sudah sampai mbeha-i. Saya belum pernah karena ke mbe-ha-i nih.

eRiek said...

Mas Iman,

menarik posting yang dibuat ini. mulai dari awal saya dibawa untuk mengenal seorang 'Vivink' dengan karakternya yang bagi saya mba Vivink ini kocak. pengen banyak tahu segala hal dari mas Iman :-)

kemudian, saya terbawa membayangkan di depan teras fountain air mancur Grand Hyatt Hotel, di pinggir jalan protokol itu 10 tahun lalu peristiwa Mei 1998. bagi saya ini menarik. ada kisah mba Vivink ngajak kopdar di tempat itu, lalu mas Iman langsung teringat dengan peristiwa Mei 1998.

jadi pengen tahu tempat itu, sekalian ikutan nimbrung kopdar dengan BHI :-) boleh kan? sayangnya, jauh sih mau ke sana. hehe...

balibul said...

huaaa vivink..vivink..polosmu ki loh huahaha ngaka poll kok kowe ra njaluk film sing saru2 sisan kaeo mas iman. hahah jan lucu tenan ki

pancen mas sing kebangetan ki, enak pool,lucu pool huahaha

Fatah said...

Wahh.. hebatnya Mas Imam banyak fans-nya :)

-Fitri Mohan- said...

belum-belum aku aja udah jatuh cinta sama sosok vivink ini. kayaknya orangnya lucu. (padahal aku wedok lho mas). :D :D

CempLuk said...

pertemuan singkat namun mengesankan..

Mbilung said...

Asem, Rabu kemaren itu terjebak, kalo ngerti ada vivink saya bakal nekat ngabur ke bunderan.

chiw said...

buset!
kata terakhirnya itu lho...

*lapor sama suaminya mba vink*

hohohoho...

Yon's Revolta. said...

sial komen di sut box gagal terus..
cuman mo bilang, wawancara di delta fm mantaaaaaaaaaaaaaap. secara daku lagi maen ke jakarta and dengerin radio :-p

sep, keep blogging boz ^_^

Nona Nieke,, said...

mbak Vivink lugu banged,
dan mom Iman jg ramah banged,
dgn senang hati menjawab pertanyaan2 mbak Vivink yg lugu..

btw, om Iman kenal baik juga kah dengan suaminya mbak Vivink?
Kalo iya khan asik tuh kapan2 bisa dobel det.. hehe :D

e-ndikz saja said...

vivink (nama jakarta) alias istikharoh al qomariyatun ki gak jelas sifatnya.. polos dan saru itu bedanya tipis..

Yuki Tobing said...

hehe, ada penggemarnya mas iman, lucu2 aja pertanyaaannya si vivink..

extremusmilitis said...

"mas kalau mo maen filem gimana cara-nya" :D
"apa harus ngganteng, cuuaannttikk, apa gimana mas" :D
*lagi belajar jadi possesive* :D

antobilang said...

whalah, saya malah berusaha sebisa mungkin untuk tidak menanyakan hal yang sifatnya pribadi ke mas iman.
takut dianggap posesif dan ujung-ujungnya muncul postingan : ANTOBILANG, I LOVE YOU... *ngeri*

:ngakak:

cerita kita said...

Mas, aku salah satu pecinta tulisan mas Iman. Saya tahu, saya bakalan gak akan ketemu mas Iman, dan saya gak akan bosen dng tulisan serta keserdehanaan mas Iman. Sukses selalu.

andri said...

wah wah si vivink jadi seleb abis, diulas dan diprofilkan disini :-D

Snicker Flower said...

omaigat...
saya kembali tergoda kepengen main pelem...

kenny said...

hahahaha, ketemu aku tak plithes kuwi bocah...sssttt no. hp mu piro mas?? =))

SiMungiL said...

emang mesti agresif klo mau ketemuan sama 'artis' yah! :D

aLe said...

mau donk jadi idola juga :D

HeNy said...

Senengnya jadi vivink...

fathy said...

hehe...baru aja sy ngepost ttg "orang pelem" mas.. :D

http://fathiana.blogspot.com/2008/02/aku-malu.html

Dermawan Muhammad said...

Ikut Nimbrung ah...
Mas, saya blogger pendatang baru dari Klaten. Durung mudheng opo piye carene nglayouts blog yang bagus n mengisinya pula dengan tulisan yang bermutu.

Saya tau blog njenengan dari Mbak Sari Budhi kalo gak salah. Waktu itu saya secara tidak sengaja menemukan majalah Ad Adiction di kantor biro iklan PT. Freshblood Communication Indonesia.

Sumpah, majalahnya TOP BGT banget!!
Sayang, kata Mbak Sari Budhi, tu majalah untuk sementara waktu vakum dulu dari peredaran.

Walagh..baru sekali saya menemukan majalah yang bagus, Eeee..lha kok ra arep terbit meneh. Gelo aku...

Oiya, biar agak nyambung, saya juga salut dengan yang namanya Mbak Viving (kayaknya pake "g" dech mas, kekekekek). Sepertinya Mbak Viving itu baru seumuran saya, tapi ide dan kretivitasnya itu lho yang bikin saya keder n jauh meninggalkan saya.

Isin aku cah dadi cah lanang :D