Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Tuesday, February 27, 2007

MENCARI SAHABAT DI INTERNET



“ Internet membuka mata hati umat manusia terhadap revolusi peradaban,
tapi seyogyanya internet tidak membunuh akal dan perasaan kita. “
( Jerry Yang – pencipta Yahoo )

Jerry Yang dan David Filo ketika menciptakan revolusi ini mungkin sudah memperkirakan akan terjadinya pergeseran nilai dan budaya perilaku manusia dengan teknologi internet. Sesuatu yang mereka takutkan tetapi tidak bisa mencegahnya. Bukankah peradaban harus terus berjalan apapun konsekuensinya. Teknologi internet telah membuat Kathleen Kelly dengan memakai avatar ‘ ShopGirl ’ bisa menemukan kekasih hatinya kelak, “ NY152” milik Joe Fox. Demikian satu kisah dalam film “ You’ve got Mail “ yang sangat romantis diperankan Meg Ryan dan Tom Hanks. Melihat film ini memang menjanjikan romansa bagaimana berkenalan teman baru melalui internet ataupun chatting. Tapi juga sekaligus membuka sisi borok manusia dan ketidakberdayaan mereka terhadap hawa nafsu, dan tipu muslihat.

Hari yang mendung dan murung itu, seorang sahabat menelpon meminta bertemu dengan saya. Dengan hampir menangis ia bercerita bahwa kekasih wanitanya yang selama ini kelihatan sangat baik dan setia, ternyata mempunyai 5 pacar ‘ gelap ‘dari dunia maya. Semua pacar gelapnya orang asing dan bule yang dikenalnya melalui friendster atau chatting room. Bahkan perselingkuhan itu menjadi sangat jauh, ketika dalam perjalanan dinasnya ke luar negeri, si wanita juga menemui kekasih kekasihnya. Tentu saja saya tidak bisa membayangkan apa yang dilakukan si wanita itu, sendiri di negeri orang berjumpa dengan selingkuhan bulenya. Saya hanya membayangkan betapa hancur hati sang sahabat, membuka kebohongan yang dilakukan kekasihnya. Tak habis habisnya ia menyesali mengapa dahulu ia yang memperkenalkan dan membuat blog friendster untuk sang kekasih. Tentu saja ini hanya sebagian kecil dari potret manusia mencari teman kencan di internet. Sebagian besar dari mereka juga membuka sisi gelapnya yang tidak bisa secara terus terang terlihat di dunia nyata, dengan mengunjungi ruangan chatting yang bertebaran di setiap pojok tikungan dunia maya.



Selalu ada pamrih yang berbeda dengan pengalaman memiliki sahabat pena sewaktu kecil. Saat itu, dalam majalah Bobo, atau Kawanku ada kolom khusus yang berisi sahabat pena dari berbagai penjuru tanah air, lengkap dengan photo dan alamat lengkapnya. Saya tidak ingat berapa sahabat pena yang saya miliki, tapi ada satu dua orang yang kerap berkoresponden dengan saya. Saya juga lupa dari kota mana, yang jelas saat itu memiliki sahabat pena diwajibkan oleh guru saya, agar sejak kecil kita terbiasa menulis surat. Menunggu surat balasan merupakan momen momen yang mendebarkan bagi kami saat itu. Tentu saja jaman dulu,belum ada Mall, TimeZone, Play Station atau tempat hiburan , sehingga praktis sebagian besar kegiatan kami lebih banyak di rumah saja. Karena masih kecil, isi tulisan surat banyak berkisar kehidupan di kota masing masing, sekolah, adik kakak kita atau remah remah tidak penting. Namun satu hal ada pembelajaran yang diperoleh bahwa kita terbiasa menulis dengan jujur,dan tanpa pamrih kecuali hanya menambah teman baru.

Memang tidak adil juga membandingkan dengan kenangan sahabat pena dengan fenomena korespondensi dunia maya yang menembus lintas batas negara dan budaya secara instant. Ini adalah produk jaman yang berbeda. Namun mungkinkah saat mengetik keyboard komputer, kita menulisnya dengan jujur dan tanpa pamrih ? Ternyata banyak ditemukan manusia manusia yang mudah terbuai dengan daya khayalan semu. Sehingga apa yang pernah saya baca dalam sebuah artikel, bahwa orang orang yang terlibat sangat personal dengan dunia chatting adalah orang orang yang sakit dan rapuh. Apakah ini benar, jika ternyata sebuah sebuah keterikatan dalam dunia maya bisa mempertemukan sebuah cinta ?. Mungkin dunia akan menemukan kedamaian jika semua pengguna teknologi internet seperti Kathleen Kelly dan Joe Fox. Tapi bagaimana jika hanya manusia manusia palsu yang bersembunyi dalam ID CockfromItaly atau CewekBispak. Tidak ada yang salah dengan internet. Tetapi malam itu,internet telah membunuh akal sehat si kekasih dan perasaan sahabat saya. Sambil menemaninya makan nasi goreng tek tek yang lewat di depan kantor, saya sesekali memeriksa Yahoo Mesenger saya. Beberapa pesan tampak masuk ke dalam email saya, Sebuah pesan masuk di Friendster ternyata lebih penting saat itu daripada mendengarkan rintihan keluhan sahabat saya. Dunia memang jadi tidak adil rasanya.

35 comments:

dian mercury said...

aku banyak ketemu teman lewat internet. ada yg masih berteman dekat dan baik sampe sekarang. karena internet aku bisa numpang tidur gratis dirumah teman di oz hehe dll yg jadi teman dekatku. eh semuanya perempuan lho. tapi sejak kawin, gak pernah chat ama cowok lagi. wong chatting ama emaknya kriwil aja dikira chat ama cowok oleh lakiku kekkekek

DenaDena said...

Aku beruntung punya suami yg ndak cemburuan. Meski suka ceting ama cowo, dia cuek aja he..he..

endangwithnadina said...

main internet tanpa iman, bisa jadi kebablasan..heehhe, iman lagi...aku agak susah berkenalan ama cowok pake YM, kecuali dpt informasi bahwa org itu gak akan macam2....

maya said...

ngga di dunia maya ataupun dunia nyata, pertemanan betulan ataupun pertemanan palsu tetap akan ada , karena di dunia ini orang hidup dengan kepentingan yg berbeda2 :)

cahyo said...

dibikin pelem ajah mas..;-D

afin said...

memang susah ngomong soal pertemanan, apalagi di dunia maya yang enggak ketahuan sisi-sisinya secara terbuka, kebanyakan orang jadi kecewa dan mendadak dendam karenanya...ada satu buku yang pernah nulis gini " di dunia maya kita bisa jadi siapa saja" enggak ada yang ngelarang, dulu pernah ada temen chat yang cukup deket eh lah kok niatnya ngajak sli, modar aja deh! payah...untung sahabat2 yg didapat dari blok ok semua,bener2 tmen2 yang asyik enggak termasuk ngeres mode

venus said...

selamat datang di dunia penuh keajaiban teknologi.

pinter2nya kita aja sih, menurut saya. YM, blog, kan cuma media. manusianya mah, dimana-mana tetep sama. ada yg baik, ada yg jahat, ada yg jujur, ada yg tukang ngibul. so...

Maruria said...

Setuju sama mba venus. Maaf bukannya mo nyontek, tapi itu bener ko. Selalu akan ada kemajuan dalam teknologi. Masalahnya, siap atau ga kita untuk mengikutinya. Jangan sampai terbawa arus, apalagi kalo kita ndak punya pegangan.

ajitekom said...

Internet hanyalah salah satu 'jalan' alternative buat sebagian orang yang memang berjiwa 'player'. Ini sebuah fenomena yang ironis, ketika keburukan seseorang mendapatkan semacam 'jalan tol' untuk mempercepat larinya.

diditjogja said...

ho'oh...dunia pertemanan gaya baru...

bebek said...

wahh internet emang ajaib kok... menghilangkan penghalang dalam mencari temen baru... tanpa embel2 sungkan dan malu... itu yang aku suka

rien said...

salah manusianya mas!
membuat teknologi menjadi segalanya dan menghalalkan segala cara...
jujur itu jg susah, biasanya byk kedok yg dipake klu lagi nginet, smga kita tidak termasuk ya, krn jujur itu emas:))

salam kenal mas:)

NiLA Obsidian said...

tipu muslihat....
baik di dunia nyata maupun di dunia maya sama saja....
balik lagi ke pribadi masing2....
tujuannya mau ngapain....
udah GEDDE gitu lhooo...
semoga dewasa menyikapinya....(*halah*)

MnX said...

di dunia maya itu gak ada yang nyata..semuanya menyembunyikan identitasnya. Mungkin bodoh rasanya kalau kita percaya begitu saja pada orang2 di dunia maya tanpa pernah bertemu sapa dengan nyata. Saya pernah sekali jatuh dalam kebohongan itu. Dan sakit rasanya...

betul mas, dibikin pelem aja ^_^

mei said...

setuju sama nila, tergantung gimana kita menyikapinya...

dan kalaupun ada yang aneh2..ya itu karena gak kuat iman dan iminnya..dan internet semakin memudahkannya untuk semakin gila..begitulah kira2...

kenny said...

namanya jg dunia maya, mesti pinter2 sendiri gimana menapis dan menyikapi temen maya.
Kayaknya bagus dibuat film mas ttg dunia maya (sok tahuuu)
>>curi2 waktu nih mumpung juragan kecil pada molor

Si Jagoan Makan said...

frienship, romance via dunia maya kadang bikin nyaman juga kok, asalkan kita selalu sadar banyak bo'ongan. Just for fun. Kalo nggak cucok nyari laen dengan id lain *he..he

dewi pras said...

yah.. akhirnya dunia maya bisa jadi jembatan buat org2 yang kurang percaya diri..hehehehe..
*mungkin*

eva said...

ehm.. banyak juga dapat teman dari internet.. pernah sakit hati gara-gara internet juga *wink* tapi saya tidak serta merta menjadi orang yang sakit dan rapuh lantaran terlibat secara personal [menurut artikel di postingan ini :D] hehehe.. yang ada saya malah jadi penasaran, masa internet segininya? dan sampai saat ini, saya masih berpendapat klo internet ini, yah tergantung bagaimana kita menyikapinya. personal tiap orang :)

Kristin said...

asli tuh pilem bagus jg.... ku dah beberapa kali nonton tapi kl di suruh liat lagi lom bosen....
tapi lom tentu smua yg kita kenal di maya itu negatief.... tinggal kitanya hrs bisa membatasi diri biar ga sampe jatoh.

syiddat said...

You'v got mail...Hhmm...bagus banget, dan aku ga pnh bosen nontonnya.
mengenai kasus di atas... terkadang itulah yg membuat hidup lebih berwarna...like or dislike.

bucin said...

bok, teknologi dari sejak awal penciptaannya (dari masa revolusi industri) sudah memiliki dampak ganda. baik dan buruk. akan selalu gitu. agak kuciwa dg tulisan ini. pembukanya udah asik, closing linenya mengambang. :D

Alex Ramses said...

Mudahnya mencari pasangan kencan instant dan seligkuh memang salah satu bahaya terbesar internet,, Hmm,,, Sedih banget kalau jadi sahabat anda itu.

thuns said...

hehehe... jadi inget waktu dulu rajin banget chat pake mirc di taon 1999-2000
gebet sana gebet sini :))

Wish_I'm_Carmen said...

Waahhh.. parah juga yah si cewe'..
Tapi jujur.. emang dunia maya, bikin cewe yang "pemalu", jadi "nekadters" (opo kuwi).. bahkan bisa jadi "penggoda"..
Tapi koq gw cuman berani di "Forum" doang yaah... Giliran diajakin Kop-dar... Ogahhh bgt binti atuuuttt.. :p :p
Btw, benull juga kata Syiddat... Bikin hidup penuh warna.. (dengan catatan: ga over kaya' cewe sahabat si mas)

Avante_Ray said...

Dengan anonimitas... sifat asli seseorang pasti akan keluar...

Sahabat anda (ceileh bahasanya) tampaknya tertolong juga dengan keberadaan teknologi, jadi dia bisa tau ceweknya tu setia atau gak...

bagonk said...

hehe... semua tergantung orangnya sih...
ambil hikmahnya... paling tidak ketidaksetiaannya ketauan sebelum terlanjur nikah...

aroengbinang said...

kekuatan imajinasi manusia, ditingkahi kerapuhan dan kekosongan jiwa metropolis.

sutrisno mahardika said...

internet juga berpengaruh ama pergeseran nilai sex

za said...

jaman surat2-an trus imel2-an trus mirc-an trus YM-an trus blog2-an.... *tarik napas* udah pernah ngalamin...;P

mbah keman said...

wuaaaa wuaaaa, simbah waktu muda sering chat sama cewek, pas janjian ketemua.... gak ada yang bener hik hik... kacau semua , sekarang jadi takut ketemuan

mungkin dulu orang yang seneng chat orang yang bermasalah di dunia nyata yah..,

TaTa said...

berbagai hal terjadi di dunia internet...dari mulai yang nge betein sampe yang menyenangkan... untuk saat ini gw cuma berpikir yg asik aja ttg internet karena melalui internet gw bs punya temen asik dan selebihnya gw dikasih pasangan hidup oleh Sang Pencipta melewati internet...so should i hate or regret that the internet being found ??

koeniel said...

bang iman, buat aku yang hidup jauh dari rumah n dari teman-teman, dunia maya jadi tempat yang menyenangkan kerna di situlah aku bisa ketemu teman-teman, bahkan pacar! :)

koeniel http://my-musings.blogdrive.com

mashuri said...

"......apa yang pernah saya baca dalam sebuah artikel, bahwa orang orang yang terlibat sangat personal dengan dunia chatting adalah orang orang yang sakit dan rapuh.......". Saya berharap, semoga thesis ini keliru?

[irwan] said...

Aku bahkan bisa chattingan dari kantor dengan istri di rumah. Membuat hati kami berbunga-bunga setiap hari.

---
Blog yang bagus, aku suka jepretannya.